Gema Nuzulul Qur’an di Mako Kodaeral VI: Mengasah Pedang Spiritual, Memperkokoh Tauhid Prajurit Jalasena untuk Indonesia Maju
Makassar, Di bawah naungan langit senja Kota Daeng, getaran ayat-ayat suci Al-Qur’an memecah keheningan Gedung Sultan Hasanuddin, Kodaeral VI menggelar peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Kodaeral VI Tahun 1447 H/2026 M. Sebuah momentum sakral yang menyatukan kekuatan iman dan pengabdian prajurit matra laut, Rabu (11/03/2026).
Dengan mengusung tema “Ramadhan Membentuk Mental Prajurit TNI AL yang Prima dan Memegang Teguh Nilai-Nilai Tauhid Untuk Indonesia Maju”, acara ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan upaya strategis dalam membedah “senjata” paling utama seorang prajurit: Mentalitas dan Tauhid.
Acara dibuka dengan khidmat melalui pembacaan Al-Qur’an dan Sari Tilawah yang dilantunkan langsung oleh personel Kodaeral VI. Suara merdu yang menggema menjadi pengingat bahwa di balik seragam loreng dan ketegasan menjaga samudera, terdapat jiwa yang tunduk pada Sang Pencipta.
Dalam sambutannya, Komandan Kodaeral VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., menekankan pentingnya integrasi spiritual dalam kedisiplinan militer. Beliau menyampaikan bahwa Ramadhan adalah kawah candradimuka untuk menempa karakter prajurit yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga jernih secara hati dan pikiran.
“Nilai-nilai Tauhid adalah jangkar bagi setiap prajurit Jalasena. Dengan mental yang prima dan berlandaskan keimanan, kita akan mampu menghadapi segala badai tantangan demi kejayaan Indonesia Maju,” tegas Laksda TNI Andi Abdul Aziz.
Suasana semakin mendalam saat Ustadz Assoc. Prof. Ir. H. Muhammad Nusran, PhD., IPU., ASEAN Eng., naik ke podium. Dalam ceramahnya, beliau mengupas tuntas sejarah dan hikmah Nuzulul Qur’an sebagai titik balik peradaban manusia. Beliau membedah bagaimana Al-Qur’an harus menjadi kompas moral bagi prajurit dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
Momen berbuka puasa bersama menjadi puncak kehangatan hubungan antara pimpinan dan anggota. Setelah membatalkan puasa, seluruh hadirin melaksanakan Shalat Maghrib berjamaah yang dilanjutkan dengan ramah tamah untuk mempererat tali silaturahmi.
Kegiatan ini membuktikan bahwa di tengah kesiapsiagaan menjaga kedaulatan laut, Kodaeral VI tetap menjadi institusi yang religius dan humanis.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wadan Kodaeral VI, Para Pejabat Utama (PJU) Kodaeral VI, Para Kadis dan Kasatker Kodaeral VI, Para Staf Itkodaeral VI dan Staf Sahli Kodaeral VI serta Ketua dan Pengurus Daerah Kodaeral VI GJK RI.#tnial_kodaeralvi
